SEKOLAH DASAR BINA ANAK SHOLEH ( BIAS ) TEMANGGUNG MENGUNJUNGI KPU TEMANGGUNG

IMG_4668IMG_4700

 

RABU, 4 Mei 2016,  KPU Temanggung menerima kunjungan siswa – siswi Sekolah Dasar Bina Anak Sholeh (BIAS) Temanggung. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka pengenalan sejak dini kepada siswa berkaitan dengan Instansi Komisi Pemilihan Umum dan tugas-tugasnya . Sekitar 30 siswa kelas 1 s/d 4 yang didampingi oleh beberapa Guru Pembimbing diterima oleh Komisioner KPU di Ruang Rapat. Dalam sambutanya Ketua KPU Kab. Temanggung Drs. Sujatmiko , MPA memperkenalkan Komisioner KPU Kab. Temanggung dan memberikan gambaran  secara singkat Intitusi KPU. Selanjutnya Komisioner KPU Divisi Sosialisasi Dwi Wiwik Handayani, S.Pd memberikan penjelasan secara singkat berkaitan dengan tugas KPU dan bagaimana cara pemilih memberikan hak suara dalam Pemilu.

Setelah menerima penjelasan secara singkat Siswa diajak untuk melaksanakan simulasi bagaimana cara mencoblos di TPS. Di Aula KPU Kab. Temanggung dibuat semacam TPS sebagaimana aslinya, Sekretariat KPU sebagai KPPS dan siswa sebagai pemilih. Dalam pelaksanaan simulasi ini dipandu oleh Komisioner KPU  Divisi Pencalonan, Keuangan, Logistik , Rumah Tangga dan Organisasi Arimurti Hendro Wardani, SE.

Melalui kegitan  seperti ini diharapkan akan lebih mempererat  kerjasama KPU dengan dunia pendidikan dalam usaha penyebaran informasi tentang demokrasi dan pemilu sejak dini.

KPU KAB.TEMANGGUNG TERIMA KUNJUNGAN KERJA KPU KAB. BANYUMAS

Dalam rangka persipan pelaksanaan Pemilu Bersama Tahun 2018, KPU Kabupaten Banyumas yeng terdiri dari 2 orang Komisioner KPU, Sekretrais KPU dan  dan 3 orang dari Sekretariat KPU melakukan kunjungan kerja ke KPU Temanggung pada hari kamis tanggal 28 Januari 2016. KPU Kabupaten Temanggung dijadikan tujuan Kunjungan Kerjanya dikarenakan KPU Kabupaten Temanggung telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan Pemilukada Bersama pada tahun 2013, yakni Pemilu Bupati dan Wakil Bupati serta  Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Adapun informasi yang dijadikan rujukan KPU Kabupaten Banyumas dalam pelaksanaan Pemilukada Bersama Tahun 2018 antara lain :

  1. Penyediaan Anggaran oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam penyelenggaraan Pemilukada bersama melalui Dana Cadangan;
  2. Sharing Anggaran dengan KPU Provindi Jawa Tengah;
  3. Tahapan penyelenggaraan Pilkada Bersama;
  4. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Pemilukada Bersama.

DSCF2106 DSCF2102 DSCF2103 DSCF2105

KPU TEMANGGUNG MEMBERIKAN PEMBELAJARAN DEMOKRASI DAN PEMILU DI SMP NEGERI TEMBARAK

KPU Temanggung pada tanggal 2 Oktober 2015, diundang oleh Kepala Sekolah  SMP Negeri Tembarak dalam rangka Sosialisasi  Pembelajaran Demokrasi dan Pemilu. Sosialisasi ini dilaksanaan bersamaan dengan kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Hal ini sebagai bentuk jalinan  kerjasama antara KPU dengan dunia pendidikan khususnya berkaitan dengan Pembelajaran Demokrasi dan Pemilu.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di halaman sekolah yang diikuti oleh semua siswa mulai dari kelas VII s/d kelas IX. Acara dibuka oleh Guru bidang kesiswaan sekaligus memberikan pengarahan dilanjutkan sosialisasi oleh KPU dan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS .

Anggota KPU Temanggung Divisi Sosialisasi Dwi Wiwik Handayani, S.Pd dalam ulasanya di depan para siswa SMP Negeri 1 Tembarak menyampaikan materi yang berkaitan dengan pengertian dan ciri demokrasi, hubungan demokrasi dan pemilu serta tahapan dan penyelenggaraan dalam pemilu serta bagaimana sikap seharusnya generasi muda dalam keikutsertaanya dalam mensukseskan demokrasi dan hal-hal yang berhubungan dengan pembelajaran demokrasi dan pemilu.

Antusias siswa dalam menerima materi yang diberikan oleh KPU  dapat dilihat dari bagaimana para siswa menanggapi dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Anggota KPU Temanggung Dwi Wiwik Handayani, S.Pd. Sebagai motifasi dan untuk memancing kreatifitas serta keberanian, setiap siswa yang bisa menjawab pertanyaan  diberikan doorprise.

Sebagai pembelajaran nyatan demokrasi dan pemilu di sekolah, pelaksanaan pemilihan Ketua dan wakil Ketua OSIS ini,  pemungutan suaranya dilaksanakan sebagaimana  pelaksanaan pemilu yang sebenarnya walaupun dalam lingkup yang sempit dan sederhana. Seperti pembentukan TPS, Petugas-petugas yang menangani bahkan penyampian visi dan misi para calon Ketua OSIS juga dilaksanakan. Hal ini sebagai bukti bahwa pembelasjaran demokrasi sudah dimulai dari bangku sekolah. Pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil OSIS ini dilaksanakan oleh siswa dan dibantu oleh para guru yang membidangi.

Melalui kegitan  seperti ini diharapkan akan lebih mempererat  kerjasama KPU dengan dunia pendidikan dalam usaha penyebaran informasi tentang demokrasi dan pemilu.

anggota KPU Temanggung dwi wiwik saat menyampaikan materi tentang demokrasi

SOSIALISASI DEMOKRASI DAN PEMILU OLEH KPU KABUPATEN TEMANGGUNG DI MTs NEGERI KEDU

Tanggal, 26 September 2015,  KPU Temanggung memenuhi undangan dari Kepala Sekolah  MTs Negeri Kedu untuk menjadi Narasumber dalam rangka Sosialisasi  Demokrasi dan Pemilu. Sosialisasi ini dilaksanakan pada rangkaian kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS serta DEGA MTs Negreri Kedu.

Kegiatan dibuka oleh Guru bidang kesiswaan dan dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah , sosialisasi oleh KPU dan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS serta DEGA. Anggota KPU Temanggung Divisi Sosialisasi Dwi Wiwik Handayani, S.Pd dalam materinya  menyampaikan Pengertian dan ciri demokrasi, hubungan demokrasi dan pemilu serta tahapan dan penyelenggaraan dalam pemilu serta hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran demokrasi dan pemilu.

Untuk menghidupkan suasana dan memancing kreatifitas serta keberanian siswa, di sela-sela pemberian materi,  KPU Temanggung Dwi Wiwik Handayani, S.Pd juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk tanya jawab dan memberikan doorprise bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan.

Sebagai pembelajaran  berkaitan dengan demokrasi dan pemilu,  dalam pemilihan Ketua dan wakil Ketua OSIS maupun DEGA MTs  Negeri Kedu  melaksanakan  pemungutan suara sebagaimana pelaksanaan pemilu yang sebenarnya. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya TPS, PPS, KPPS bahklan Panwaslu dalam lingkup yang sempit dan sederhana. Dalam pemilihan Ketua dan Wakil OSIS maupun DEGA  siswa diberikan kesempatan untuk menjadi penyelenggara dan  dibantu oleh para guru serta dipantau oleh KPU.

Melalui kegitan  seperti ini diharapkan  akan memberikan gambaran dan informasi serta lebih menyatukan kerjasama KPU dengan dunia pendidikan dalam penyebaran informasi tentang pemilu, baik PILEG, PILPRES  maupun PILKADA yang merupakan agenda lima tahunan bagi pemerintahan kita.

smp kedusmp kedu

KPU TEMANGGUNG PERKENALKAN PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN PEMILU DI MTs NEGERI PARAKAN

Tanggal, 21 September 2015 MTs Negeri Parakan menghadirkan KPU Kabupaten Temanggung sebagai Narasumber dalam rangka Pendidikan   Demokrasi dan Pemilu.  Pendidikan   Demokrasi dan Pemilu ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan  pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS.

Kegiatan yang  diikuti oleh seluruh siswa di sekolah tersebut dilaksanakan di halaman sekolah MTs Negeri Parakan. Adapun acara diawali pengarahan oleh Guru Bidang Kesiswaan sebagai pembuka dilanjutkan pengisian materi  dari  KPU Temanggung. Anggota KPU Temanggung Divisi Sosialisasi Dwi Wiwik Handayani, S.Pd dalam materinya  menyampaikan berbagai hal mengenai pembelajaran demokrasi dan pemilu. Pengertian dan ciri demokrasi, hubungan demokrasi dan pemilu, bagaimana sikap generasi muda dalam keikutsertaannya menyukseskan demokrasi  serta tahapan dan penyelenggaraan dalam pemilu merupakan hal-hal yang diulas dalam materinya.

Guna memancing kreatifitas dan keberanian siswa disela-sela penyampaian materi, KPU Temanggung Dwi Wiwik Handayani, S.Pd, memberikan  kesempatan  untuk tanya jawab dan disediaskan doorprise bagi siswa yang bersedia tampil kedepan.

Dalam pemilihan Ketua dan wakil Ketua OSIS, MTs Negeri Parakan memberikan nama PILKAOS (Pemilihan Ketua Osis). Sebagai praktek wujut pelajaran  Demokrasi dan Pemilu secara nyata PILKAOS di MTs Negeri Parakan dilaksanakan sama persis dengan  pelaksanaan pemilu pada umumnya. Pembentukan TPS, PPS, KPPS dan Panwaslu serta  penyampaian visi dan misi bakal calon ketua Osis juga dilaksanakan seperti halnya Pemilihan Kepala Daerah.

Melalui Pendidikan Demokrasi di sekolah seperti ini diharapkan dapat menjalin kerjasama KPU dengan dunia pendikan dalam penyebaran informasi pemilu, baik PILEG, PILPRES  maupun PILKADA.

calon ketua osissiswa mtsn parakan

PENYELAMATAN ARSIP, KPU TEMANGGUG SERAHKAN ARSIP PEMILU KE KANTOR ARSIP DAERAH

Penyerahan arsip sebagai salah satu tujuan penyelamatan arsip dan dokumentasi Pemilu dilaksanakan KPU Temanggung kepada kantor Arsip daerah pada hari jum’at  4 September 2015. Penyelamatan Arsip disamping sebagai bahan pertanggung jawaban kinerja Komisi Pemilihan Umum dapat digunakan pula oleh Lembaga Kearsipan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Arsip yang diserahkan oleh KPU Temanggung kepada kantor Arsip Daerah mengacu surat landasan Komisi Pemilihan Umum dan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 05/KB/KPU/Tahun 2012 dan nomor  02 Tahun 2012 tentang Penyelamatan arsip/ Dokumentasi Pemilihan Umum.

Arsip tersebut antara lain “ arsip/dokumen tahapan penyelenggaraan Pemilu Anggota DPR, DPD,dan DPRD tahun 2014 serta Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2013.

EXPOSE RISET AKSESIBILITAS DAN PARTISIPASI PEMILIH DISABILITAS PADA PEMILU 2014 DI KABUPATEN TEMANGGUNG

Aksesibilitas menjadi isu yang menarik sejalan dengan perjuangan kesetaraan pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas yang termasuk hak politik (dipilih dan memilih) serta mendapatkan informasi. Oleh karena itu KPU Kabupaten Temanggung mengadakan riset dengan tema Aksesibilitas dan Partisipasi Pemilih Disabilitas pada Pemilu 2014 di Kabupaten Temanggung. Apalagi menurut data Dinsos Kab. Temanggung Tahun 2014 jumlah penyandang disabilitas di Temanggung yang berumur 18 tahun ke atas cukup besar berjumlah 5.556 orang dan tugas KPU sebagai penyelenggara Pemilu adalah memberikan pelayanan kepada pemilih (khususnya disabilitas dan umumnya masyarakat) untuk menggunakan suaranya. Jenis penelitian diskriptif. Waktu penelitian lapangan Mei s.d. Juni 2015. Jenis data Primer wawancara secara mendalam terhadap responden dan sekunder dari Dinas Sosial Kab Temanggung dan KPU Kab. Temanggung.Metode analisa data kualitatif.

Pemilih disabilitas adalah Warga Negara Indonesia yang pada hari dan tanggal pemungutan suara Pileg 2014 dan atau Pilpres 2014 sudah berusia 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin, yang mengalami keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak.

Disabilitas/penyandang cacat menurut UU No 4 Tahun 1997 dikelompokkan menjadi 3: penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental dan penyandang cacat ganda (fisik dan mental). Dan dalam riset ini disubkatagorikan sbb: disabilitas netra, disabilitas daksa, disabilitas rungu dan wicara, disabilitas laras, disabilitas grahita, dan disabilitas ganda. Sampel diambil secara acak tiap katagori diambil 6 orang dan setiap dapil Pileg 2014 (berjumlah 6 dapil untuk 20 kecamatan) diambil pula 6 orang sehingga berjumlah 36 responden. Ditambah dengan beberapa informan (key person) yang berasal dari stakeholder yang terkait dengan pemilih Disabilitas seperti pembimbing dan siswa BBRSBG Kartini, pembimbing dan siswa BRS Disabilitas Netra Penganthi, Ormas penyandang disabilitas (ketua PERTUNI dan ITNMI), Ketua paguyuban penyandang disabilitas daksa.

Temuan lapangan dari riset ini adalah:

  1. Ketersediaan data diabilitas pada Dinsos tidak termasuk disabilitas usia 17 s.d.< 18 th atau sudah/pernahkawin.
  2. Penggololongan/pengkatagorian jenis disabilitas antara data dengan kondisi di lapangan ada yang berbeda.
  3. Sebagian pemilih disabilitas tidak mempunyai KTP.
  4. Sebagian pemilih disabilitas tidak terdaftar dalam DPT.
  5. Penyampaian informasi kepada pemilih disabilitas sebagian besar tidak dapat dilaksanakan hanya sekali dan untuk mengakses informasi membutuhkan kepedulian   orang-orang disekitarnya.
  6. Sebagian besar pemilih disabilitas tidak mengetahui adanya pendampingan (mekanismependampingantidaktersosialisasikan).
  7. Pemilih disabilitas netra pada umumnya keberatan saat pencoblosan dengan pendampingan (yang ditunjuk pemilih) disaksikan oleh  petugas KPPS

Simpulan Riset Aksesibilitas dan Partisipasi Pemilih Disabilitas Dalam Pemilu 2014:

1. Pemilih disabilitas netra dapat dikelompokkan menjadi 2.

a. pemilih berpendidikan dan melek huruf braille serta teknologi informasi (informasi Pemilu cukup aksesibel).

b. pemilih tidak berpendidikan (informasi Pemilu tidak aksesibel).

TPS kurang aksesibel karena banyak lokasi TPS yang bertangga/berundak dan jalan tidak rata.Responden menggunakan hak pilih, mengikutisosialisasi/simulasi, mencari informasi, berbagi informasi, mendengar debat paslon)

2.Informasi Pemilu cukup aksesibel, aksesibilitas lebih rendah untuk daksa kaki dan bertempat tinggal jauh dari keramaian.

TPS kurang aksesibel karena banyak lokasi TPS yang bertangga/berundak dan jalan tidak rata. Partisipasi pemilih ditunjukkan dengan menggunakan hak pilih, sebagian kecil diantaranya mencari informasi dan berbagi informasi, serta menghadiri kampanye

3. Pemilih disabilitas rungu dan wicara, informasi Pemilu tidak aksesibel bagi yang tidak mengenyam pendidikan formal maupun informal. TPS bagi pemilih adalah aksesibel,dan partisipasi pemilih ditunjukkan dengan menggunakan hak pilih.

4. Pemilih disabilitas laras, aksesibilitas pemilih tergantung kondisi kejiwaan,  jika sehat cukup aksesibel. TPS bagi yang menggunakan hak pilih -aksesibel, partisipasi pemilih ditunjukkan dengan penggunaan hak pilih oleh sebagian kecil pemilih  (dalam keadaan sehat).

5. Informasi Pemilu bagi pemilih disabilitas grahita untuk sebagian kecil pemilih adalah kurang aksesibel untuk sebagian besar pemilih tidak aksesibel. TPS  untuk sebagian pemilih aksesibel, dan sebagian yang lain kurang aksesibel (terutama untuk yang  membutuhkan pendampingan). Partisipasi pemilih ditunjukkan dengan menggunakan hak pilih ,sebagian kecil mengikuti sosialisasi (yang ada di lembaga  rehabilitasi).

6. Bagi pemilih disabilitas ganda, baik informasi Pemilu maupun TPS tidak aksesibel.

7. Partisipasi pemilih nyaris tidak ada (hanya satu pemilih yang menggunakan hak pilih pada Pilpres dengan pendampingan saudaranya).

8. KPU sebagai penyedia informasi belum melakukan sosialisasi khusus kepada pemilih disabilitas secara maksimal, disebabkankarena:

a. sebaran dan spesifikasi pemilih disabilitas belum diketahui secara pasti.

b. Belum ada perencanaan program dan anggaran sosialisasi khusus pemilih disabilitas.

9. Sosialisasi pendampingan tidak maksimal.

Saran :

  1. Fasilitasi /perlakuan khusus kepada warga disabilitas dalam pelayanan pembuatan KTP.
  2. Pendataan pemilih disabilitas dilakukan dengan menggunakan standar spesifikasi  yang sama untuk setiap katagori  (misalnya mengacu pada  UU No. 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang cacat).
  3. Perlunya konsistensi Undang-Undang Pileg, Pilpres dan Pemilukada,  tentang pendataan pemilih.
  4. KPU merencanakan program dan anggaran sosialisasi dan penyebaran informasi Pemilu khusus pemilih disabilitas termasuk perencanaan media yang tepat untuk masing-masing katagori disabilitas.

Peserta expose : stakeholder seperti Dinas Sosial, Dispenduk Capil, KesbangPol, BBRSBG “Kartini”, BRSDN “Penganti” serta Paguyuban/organisasi penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Temanggung.

 

 

KPU KAB.TEMANGGUNG EXPOSE HASIL RISET

“AKSESBILITAS DAN PARTISIPASI PEMILIH DISABILITAS PADA PEMILU TAHUN 2014 DI KABUPATEN TEMANGGUNG” Demikian judul riset yang dilaksanakan  oleh KPU Kabupaten Temanggung dan hasilnya baru saja diexpose  di hadapan stakeholder di lingkungan pemerintah Kabupaten Temanggung pada hari rabu 2 September 2015 bertempat di Aula KPU Kabupaten Temanggung. Aksesbilitas menjadi isu yang menarik sejalan dengan perjuangan kesetaraan hak-hak bagi penyandang disabilitas, juga hak-hak politik (dipilih dan memilih) serta hak untuk mendapatkan informasi termasuk hak-hak penyandang disabilitas yang  dilindungi undang-undang menjadi latar belakang KPU Kab.Temanggung mengambil riset/penelitian dengan tema tersebut.

Dalam sambutannya ketua KPU Kab.Temanggung (Drs. Sujatmiko, MPA) berharap  hasil riset ini dapat menjadi bahan acuan bagi penyelengara Pemilu (KPU RI) dalam mengambil kebijakan khususnya bagi penyandang disabilitas dalam menggunakan hak politiknya pada Pemilu di masa-masa yang akan datang.

Expose hasil riset yang dipaparkan oleh Anggota KPU Devisi Pemantauan, Pemungutan dan Penghitungan suara, data dan informasi ( Arimurti Hendro Wardani, SE) mendapat apresiasi yang cukup baik oleh stakeholder seperti Dinas Sosial, Dispenduk Capil, KesbangPol, BBRSBG “Kartini”, BRSDN “Penganti” serta Paguyuban/organisasi penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Temanggung. Beberapa masukan/saran/pendapat yang disampaikan diantaranya; perlu dikembangkannya aksesbilitas penyandang disabilitas tidak hanya dalam penyelenggaraan Pemilu saja, melainkan juga ke dunia pendidikan, pelayan publik dll.

KPU KABUPATEN TEMANGGUNG ADAKAN RISET/PENELITIAN PARTISIPASI PEMILIH UNTUK PENYANDANG DISABILITAS

Saat ini KPU Kabupaten Temanggung tengah mengadakan riset/penelitian dengan mengambil judul “ Aksesbilitas dan Partisipasi Pemilih Disabilitas Pada Pemilu 2014 di Kabupaten Temanggung.” Riset/Penelitian tersebut telah dimulai pada awal bulan juni kemarin. Alasan mengapa judul tersebut dipilih pada riset/penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kembali kerja KPU pada Pemilu yang telah dilaksanakan di Kabupaten Temanggung sehubungan dengan pelayanan pemilih khususnya penyandang Disabilitas. Pelaksanaan riset/penelitian ini juga memiliki maksud untuk memberikan gambaran kondisi real di lapangan berkenan dengan hambatan/kendala yang dihadapi para penyandang Disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya. Selain hal tersebut, kegiatan ini juga memiliki tujuan memberikan pelayanan kepada para penyandang disabilitas agar hak konstitusional mereka sebagai warga negara dalam berdemokrasi dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan dapat terwujud secara nyata peningkatan partisipasi para penyandang disabilitas tersebut pada penyelengaraan Pemilihan Umum yang akan datang.

Dalam pencarian sumber data dan informasi, KPU Kabupaten Temanggung melakukan penelitian lapangan dengan metode wawancara langsung kepada narasumber (disabilitas) yang telah di klasifikasikan atas tuna netra, rungu dan wicara, daksa, laras, dan ganda yang tersebar di wilayah Kabupaten Temanggung, tidak terkecuali stakeholder lainnya seperti Dinas Sosial, BBRSBG, PSBN Penganti, Portunis Juga kita mintakan data dan informasi terkait penyandang Disabilitas berkenaan dengan aksesbilitas pemilih Disabilitas dalam Pemilu 2014.

Responden Sugeng (Penyandang Disabilitas Ganda)

Responden Sugeng (Penyandang Disabilitas Ganda) 

Responden Siswanto (Penyandang Disabilitas Laras)

Responden Siswanto (Penyandang Disabilitas Laras)

 

STAF SEKRETARIAT KPU KABUPATEN TEMANGGUNG PEROLEH BEASISWA KULIAH S2 DI UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM) YOGYAKARTA

Dalam rangka peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bagi peneyelenggara Pemilu khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Jendral KPU RI, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota,  Pada Tahun 2015 KPU RI membuka kesempatan untuk memperoleh biasiswa pendidikan S2 Konsentrasi Tata  Kelola Pemilu yang bekerja sama dengan 9 (Sembilan) Perguruan Tinggi Negeri yaitu Universitas Andalas, Universitas Lampung, UNPAD, UGM, UNAIR, Universitas Nusa Cendana, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Hasanudin dan Universitas Cenderawasih.

Staf Program dan Data Sekretariat KPU Kabupaten Temanggung Sdri. Ani ARifiani Umar, SIP merupakan salah satu diantara yang memperoleh beasiswa tersebut. Kegiatan seleksi (Pendaftaran, Tes  masing-masing Universitas, Tes Wawancara sampai pengumuman penerima biasiswa ) dilaksanakan mulai tanggal 3 Juni s/d 20 Agustus 2015.

Menanggapai keberhasilan salah satu staf Sekretariat KPU yang dinyatakan lulus seleksi, Ketua KPU Kabupaten Temanggung, Drs. Sujatmiko, MPA menyatakan kebanggaanya atas keberhasilan ini. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi PNS di lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten Temanggung untuk mengikuti hal tersebut dengan harapan peningkatan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sekretarist KPU Kabupaten/Kota .  Sehingga dukungan untuk penyelenggara pemilu di tingkat KPU yang professional, mandiri dan akuntabel akan senantiasa lebih baik.

Ketua KPU Kabupaten Temanggung juga berpesan agar kesempatan mengikuti pendidikan S2  di UGM untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu dan mengasah kemampuan berfikir.

« Older Entries